Mata kecewa dengan penampilan yang tidak bisa diterima

7-juan-mata-manchester-united

Juan Mata mengaku penampilan babak pertama Manchester United menghadapi Arsenal di Emirates Stadium hari Minggu lalu ‘tidak bisa diterima’.

United kebobolan tiga gol dalam 20 menit ketika dua gol dari Alexis Sanchez dan satu dari Mesut Ozil langsung mengakhiri pertandingan United.

Mata menyalahkan kurangnya intensitas selama 20 menit pertama tersebut tetapi dia ingin timnya menggunakan pengalaman ini sebagai kesempatan belajar dari kesalahan mereka.

“Arsenal memulai dengan intensitas yang lebih besar, mereka mencetak gol dengan cepat dan tidak ada waktu kami bereaksi mereka mencetak gol kedua,” ungkap Mata dalam blog mingguannya.

“Bahkan belum 10 menit berlalu dan situasi terlihat sangat buruk. Awal pertandingan seperti ini sangat tidak bisa diterima; jika kami ingin bertarung untuk hal besar kami harus belajar secepat mungkin.

“Satu-satunya hal yang bisa saya katakan adalah kami tidak boleh bermain seperti ini lagi.”

Michael Carrick sepakat dengan penilaian Louis van Gaal setelah kekalahan, tetapi bersikeras tim akan bangkit lebih kuat setelah jeda internasional.

Van Gaal mengaku dia “terkejut” dengan hasil itu, mengkritik timnya karena membiarkan Santi Cazorla dan Ozil bebas mendominasi pertandingan di babak pertama.

Carrick dipasangkan bersama Bastian Schweinsteiger di tengah lapang United, dan mengaku penampilan mereka tidak cukup baik.

“Kami memberi mereka terlalu banyak raung dan mereka bermain dengan sangat baik, dan semua gol muncul,” ungkap Carrick dalam ManUtd.com

“Kami terlalu banyak membuat keselahan, jelas satu hari yang sangat buruk sekali.”

“Jeda internasional terakhir datang setelah pertandingan Swansea [kekalahan 2-1], sehingga kami langsung melesat, segar dan bangkit jadi lebih kuat,” ungkap pemain 34 tahun ini.

Sementara itu Louis van Gaal mengaku dia tidak punya jawaban terhadap apa yang terjadi di Arsenal sebagai penampilan terburuk selama masa kepelatihannya.

“Ketika anda memulai pertandingan seperti itu anda tidak akan pernah memenangkan pertandingan. Kami kalah dalam setiap duel, setiap bola kedua, kami tidak cukup ketat menjaga lini tengah mereka – dan mereka bisa bermain. Mereka tim fantastis, saya menyebutkannya sebelumnya. Ketika anda membeirkan ruang seperti itu kepada mereka maka sulit. Setelah lima menit sudah 2-0, dan kemudian keadaan semakin sulit.”