Sejarah sepak bola Inggris

11-sejarah-sepak-bola

Sulit menentukan secara pasti bagaimana sepak bola begitu populer di Inggris di bada 19, tetapi kenyataannya adalah di pertengahan abad 19, hampir semua kota-kota besar punya tim sepak bola semi professional. Tim-tim ini biasanya perkumpulan dari para buruh-buruh pekerja yang ada di pabrik atau tempat kerja yang sama. Klub itu juga biasanya terdiri dari mahasiswa dari kampus-kampus lokal.

Pertandingan tidak diadakan secara teratur, tetapi sesekali dengan format pertandingan yang lebih menyerupai pertandingan persahabatan, tanpa ada hadiah atau trofi yang diperebutkan.

Tahun 1863 menandai salah satu babak paling penting dalam sejarah sepak bola Inggris, ketika beberapa klub sepak bola semi professional di seluruh Negara tersebut (khususnya di London) bertemu di ibu kota Inggris itu dan membentuk sebuah konstitusi dan undang-undang pertandingan.

Di tahun ini juga terlahir sebuah badan sepak bola tertua di dunia yaitu Football Association atau akrab disingkat FA, yang hingga saat ini masih mengatur dan mengelola seluruh aspek sepak bola Inggris. Badan ini memiliki sejarah panjang dan memiliki peran penting dalam setiap perkembangan sejarah sepak bola Inggris hingga berkembang sampai saat ini.

Dengan Inggris yang diberikan hak khusus karena dianggap sebagia penemu sepak bola modern, maka orang tentu akan banyak punya harapan tinggi terkait prestasi sepak bola Inggris di kancah dunia. Akan tetapi, meski memiliki sejumlah pemain kelas dunia yang bermain di Liga Inggris, prestasi dari skuad tim nasional Inggris sendiri tidak terlalu mencolok.

Salah satu prestasi paling membanggakan dari skuad three lions adalah berhasil menjadi juara Piala Dunia tahun 1966. Inggris terpilih menjadi tuan rumah saat itu. Dipimpin oleh kapten Bobby Moore dan juga pemain penting lain seperti Jackie Charlton dan Geoff Hurst, mereka berhasil memecahkan sejarah dengan memenangkan satu-satunya trofi Piala Dunia sampai saat ini.

Meski jadi salah satu liga terbaik di dunia, akan tetapi prestasi yang diukir tahun 1966 masih belum bisa diulang oleh para generasi penerus pemain skuad tim nasional Inggris sampai saat ini.