Sejarah singkat Anfield Stadium

11-anfield-stadium

Seorang pengusaha bir bernama John Orrel di tahun 1884 mengubah lapangan kosongnya di Anfield Road menjadi sebuah lapangan sepak bola untuk digunakan oleh tim lokal saat itu, Everton FC. Setelah pindah dari lapangan sebelumnya untuk meningkatkan jumlah penonton, Everton pindah ke lapangan baru ini. Pertandingan pertama yang dimainkan di atas lapangan ini, Everton vs Earlestown, berhasil dimenangkan dengan 5-0 oleh Everton.

Perkembangan berikutnya di sepanjang 1880’an membawa Anfield menjadi salah satu lapangan elit di negara ini. Karena itu, Orrel memutuskan untuk meningkatkan biaya sewa. Everton terpaksa pindah ke Goodison Park di mana mereka tinggal sampai saat ini, meninggalkan lapangan kosong ini tanpa tuannya.

Di bulan Mei 1892, Liverpool Football Club dilahirkan dan langsung mengambil alih kepemilikan Anfield. Everton menghancurkan tanah tersebut ketika mereka pergi, artinya butuh penundaan beberapa bulan sebelum pertandingan pertama dimulai, LFC vs Higher Walton, yang dimainkan tanggal 23 September 1892. LFC mendominasi dengan kemenangan 8-0 di hadapan 200 orang.

Bangku penonton yang layak pertama kali dibangun tahun 1894. Tidak sampai tahun 1906 ketika bangku legendaris the Kop dibangun di belakang ujung Walton Breck Road. Bangku penonton ini (bernama the Spion Kop) dibangun untuk mengingat mereka yang gugur di medan perang Spoenkop Hill dalam Boer War. Pengembangan ini menjadikan stadion ini mampu memuat 60 ribu penonton, angka yang sungguh luar biasa bahkan sampai hari ini.

Lampu pertama dipasang di Anfield tahun 1957. Bill Shankly datang ke Anfield tahun 1959 dan ingin menjadikan stadion ini menjadi bangunan yang lebih modern. Di tahun 1962 Kemlyn Road dihancurkan untuk membuat ruang bagi tribun penonton baru. Tahun 70’an dan 80’an dilakukan renovasi termasuk pembangunan tribun utama baru, ruang awak media dan juga pemanas bawah lapangan untuk membuat lapangan bisa dimainkan di sepanjang musim.

Bencana sepak bola seperti Heysel dan Hillsborough membawa perubahan drastis dalam disain stadion. Di tahun 1994, tribun legendaris the Kop diubah menjadi tribun all-seated membuat tribun ini mampu memuat 13 ribu penonton.